“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan
penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia
membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu
itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang
ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah
telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayiyang kini telah tumbuh
menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya
saja yang tampak aneh dan buruk.
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan
wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya
penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak
berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini
makhluk aneh.”
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun
disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang
musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya
mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja
lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan padanya.